Tag Archives: LIA SEMARANG

Online Learning di LIA Semarang Imam Bonjol

Menyikapi anjuran pemerintah untuk membatasi aktivitas publik, LIA meluncurkan sistem Online Learning atau pembelajaran daring di semua cabang, termasuk LIA Semarang Imam Bonjol dan Tembalang

gadget online learning
Gadget yang bisa digunakan

Proses pembelajaran daring ini dapat diakses dari berbagai macam gadget, mulai dari PC, laptop, bahkan telepon genggam.

Siswa LIA diharapkan dapat menginstall beberapa aplikasi untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran. Aplikasinya antara lain adalah Zoom, WhatsApp, dan beberapa aplikasi pendukung lain seperti media sosial dan aplikasi edit gambar.

Aplikasi Pembelajaran
Aplikasi Pembelajaran

Pembelajaran daring juga didukung dengan LIA Nine Core Elements, atau LIA NiCE yang telah dibahas di artikel ini.

Penasaran dengan online learning di LIA? Segera hubungi LIA Semarang Imam Bonjol lewat tautan ini atau LIA Tembalang lewat tautan ini.

METODE BELAJAR LIA NiCE

METODE BELAJAR LIA NICE

cara-belajar-lia-nice

Metode belajar LIA untuk generasi milenial. LIA NiCE (Nine Core Elements) merupakan sistim pembelajaran baru LIA yang ditawarkan sebagai jawaban atas pergeseran karakter siswa pembelajar yang sangat bergantung pada teknologi

ELEMEN 1: ADAPTABILITY TO CHANGE

Satu satunya hal yang bersifat abadi adalah perubahan. Dari generasi ke generasi, begitu banyak perubahan yang terjadi. Salah satu yang menyumbang perubahan adalah perkembangan teknologi. Guru LIA terlatih untuk mengembangkan diri dan menyesuaikan cara mengajar agar dapat mengakomodasi gaya belajar terkini dari generasi saat ini.

ELEMEN 2: 6 Cs LEARNING ENVIRONMENT

LIA membekali para siswa dengan keterampilan abad 21, yakni : komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Namun, keterampilan tersebut tidak lengkap tanpa membekali para siswa dengan pilihan (choice) dimana para siswa harus dapat menentukan pilihan dengan mempertimbangkan kebutuhan (care).

ELEMEN 3: FLIPPED LEARNING

Keterikatan para siswa pada perangkat elektronik merupakan sebuah kesempatan untuk memberi siswa pilihan pembelajaran mandiri dengan platform digital. Sebelum tatap muka di kelas, para siswa mengelola pembelajaran sendiri dari materi yang sudah di “flipped”(sisipkan secara online). Dengan demikian, tatap muka dapat lebih difokuskan untuk mengkonsolidasikan pembelajaran, memperbanyak latihan melalui kolaborasi dan umpan balik.

ELEMEN 4: STUDENT-CENTERED MATERIALS

Materi pembelajaran disusun berdasarkan karakteristik dan kebutuhan siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya mempelajari bahasa namun juga kehidupan secara holistik

ELEMEN 5: DIFFERENTIATED INSTRUCTIONS

Setiap siswa memiliki keunikan yang kadang tidak dapat diperlakukan secara “pukul rata”. Tingkat kesiapan dan kemampuan siswa harus diakomodasi dengan menciptakan beragam materi dan kegiatan

ELEMEN 6: AUTONOMOUS LEARNERS

Belajar di kursus merupakan wujud komitmen siswa untuk mengembangkan diri. Namun demikian, mesti disadari bahwa jam belajar di kursus sangat terbatas. Sementara itu pembelajaran bahasa idealnya dilakukan secara bertahap dan terus menerus. Oleh karena itu, para siswa harus didorong menjadi pembelajar mandiri yang tidak tergantung pada instruksi guru atau orang tua

ELEMEN 7: PERSONALIZED INSTRUCTIONS

Minat dan kebutuhan diakomodasi dengan ragam instruksi dan kegiatan yang dapat disesuaikan untuk siswa yang berbeda

ELEMEN 8: FIESTA

Staf pengajar dan karyawan lainnya didorong untuk memenuhi kualifikasi : Fun, Interaktif, ekploratif, sistematis, teknology savvy, autonomous

lia NICE 2019: CARA BELAJAR TERBARU LIA !

LIA NICE 2019 merupakan paradigma baru yang diperkenalkan sebagai jawaban atas tantangan menghadapi perubahan cara belajar siswa, utamanya untuk mengakomodasi siswa milenial

MENGAPA?

Manusia berkembang secara terus menerus dalam gerbong generasi yang datang silih berganti. Tiap generasi tumbuh dan berkembang dalam seting waktu, tempat dan kondisi yang berbeda. Hal inilah yang menjadi dasar adanya “generation gap”(perbedaan generasi)

Beberapa ahli menggolongkan manusia menjadi beberapa generasi, antara lain:

lia-nice-baby-boomers
Generasi sebelum generasi “founder”
lia-nice-generasi-x
generasi-y
generasi-z

Masing masing generasi memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan perubahan yang terjadi seiring lajunya waktu. Beberapa pertanyaan ini mungkin dapat menjadi checklist di generasi mana Anda berada. Apakah Anda mengalami masa ketika:

  • TV hanya ada satu buah di satu kecamatan dan hanya TV hitam putih dengan sumber energi dari accu ( kalau habis layar akan mengecil, lalu menggulung ke atas dengan cepat?
  • Makan nasi jagung, bulgur?
  • Bermain petak umpet, jamuran, kelereng, karet gelang, mandi di sungai?
  • Belajar dengan papan tulis hitam dan kapur tulis? Pelajaran mencatat beberapa halaman karena hanya ada satu buku sumber?
  • Komputer dengan DOS, disket, program wordstar, D-base?Tanpa internet sama sekali?
  • Menelpon dari boks telpon umum, Wartel?

Penasaran bagaimana rasanya? Masih panjang daftar pertanyaan yang Anda (tidak) alami mengingat Anda berada pada titik waktu yang berbeda. Hal sama juga dapat Anda lakukan: membuat daftar pertanyaan untuk generasi Alpha (berumur sekitar 7 tahun saat ini).

Perbedaan generasi ini menghasilkan perbedaan cara belajar. Hal ini menjadi sebuah tantangan yang tidak dapat dielakkan dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan mau tidak mau harus selalu sigap menyesuaikan dengan karakter dan kebutuhan belajar siswa.

LIA menanggapi “tantangan” tersebut sebagai sebuah ”kesempatan”, utamanya untuk mengakomodasi Gen Z dan Gen Alpha.  Inilah kesempatan dan pilihan yang harus diambil LIA untuk mengakomodasi cara belajar “kid jaman now”.

LIA NICE

lia-nice

Dari sinilah lahir sistim pembelajaran baru LIA yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli 2019. Selamat datang LIA NiCE(Nine Core Elements)….Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Let’s learn more #8:IDIOMS

Getting meaning

Why idioms? We derive meanings of a text/phrase/clause from the words in it. However, sometimes it is improper to deduce or get the meaning from a text by translating word by word.

What is an idiom?

An idiom is a group of words. In the usage, we can not get the meaning merely by translating the individual words (e.g., rain cats and dogssee the light ). When we heard an idiom, e.g. It is raining cats and dogs, it doesn’t literally mean that there are some cats and dogs falling down to the earth from the sky. This idiom shows a kind of rain, that is when the rain starts and stops.

Continue reading Let’s learn more #8:IDIOMS

WORKSHOP TOEFL PETERNAKAN UNDIP

Mengapa diadakan Workshop TOEFL Peternakan UNDIP?

Workshop TOEFL Peternakan UNDIP diadakan karena adanya kebutuhan khusus. Para mahasiswa Fak. Peternakan dan Pertanian UNDIP harus memenuhi syarat skor TOEFL sebelum ujian akhir. Biasanya, para mahasiswa melalaikan hal ini. Bila saatnya skor TOEFL harus diserahkan, mereka baru kelabakan.

Isi Workshop

Dalam Workshop  ini, LIA Semarang diminta memberi suntikan motivasi kepada para mahasiswa. Kebutuhan tentang pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam menghadapi dunia kerja mutlak disadari. Oleh karena itu, materi Workshop TOEFL yang diberikan berupa strategi dan tips dasar dalam pengerjaan soal. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Ruangan terlihat penuh. Bahkan, banyak mahasiswa yang datang sebelum panitia. Selain itu, mereka juga cukup aktif.

Semoga Workshop TOEFL Peternakan UNDIP ini dapat memberi pencerahan. Utamanya, mahasiswa punya cara pandang yang berbeda dalam menghadapi tes kemahiran bahasa Inggris.

lia imam bonjol workshop unnes
workshop toefl at unnes

Info tentang program TOEFL https://liasemarang.com/2018/08/21/toefl-preparation/

Info tentang tes https://eptliasemarang.wordpress.com/

STUDENTS GET STUDENTS LIA TEMBALANG

Apa itu Students Get Students?

Students Get Students (SGS) merupakan sebuah program untuk mengapresiasi partisipasi siswa. Diberikan jika siswa aktif merekomendasikan teman untuk bergabung ke LIA Imam Bonjol dan Tembalang.  Insentif diberikan setelah siswa yang direkomendasikan mendaftar.

Top Students Get Students

Terima kasih kepada  Mawar Puspita Ningrum. Dia  mahasiswa UNDIP siswa TP 2  yang sdh menjadi TOP  Students Get Students pada Term IV/2018 dengan merekomendasikan 10 siswa baru…

students get students

Ayo ikuti jejaknya!!

Informasi SGS https://liasemarang.com/2018/09/13/students-get-students/

Belajar secara efektif

Berikut video dari TED tentang prinsip belajar secara efektif, termasuk berlatih bahasa inggris…

Video di atas menunjukkan bahwa prinsp penguasaan sebuah ketrampilan adalah dengan berlatih……

Belajar dengan efektif

Bagaimana dengan bahasa Inggris ? Apakah selalu berlatih dengan teman?

  • Berlatihlah dengan mengungkapkan apapun gagasan Anda dalam tulisan. Tulisan akan selalu disana…..kecuali dijadikan pembungkus ikan asin he he….jadi bisa dilihat kembali terus dikoreksi….atau minta teman untuk mengoreksi
  • Berlatihlah dengan mengungkapkan gagasan dalam bahasa Inggris di pikiran!!!!!!!! Daripada ngedumel di hati dengan ngomong :”Duh…saya lupa mengerjakan PR” mengapa tidak mencoba dengan ngomong dalam hati “OMG. I forget to do my homework!”. Sebaiknya di batin aja….kalau kecelposan ngomong nanti fatal akibatnya : ada orang ngomong sendiri….dalam bahasa inggris lageeee!!!
  • Mulailah lebih fokus pada ekplorasi pola kalimat, bukan pada TENSES. Semua pengungkapan  gagasan bermula dari struktur kalimat karena pada dasarnya kalimat merupakan unit bahasa terkecil yang memuat arti lengkap. Di sana terdapat hubungan antara jenis kata : kata kerja, kata benda, kata sifat, kata keterangan dsb dalam mengisi “ruang” dalam pola kalimat. Selanjutnya kita mesti mengembangkan komponen kalimat tsb dari kata ke frase dan anak kalimat. Di sisi lain, tenses lebih menekankan pada “posisi” kata kerja ketika digunakan pada waktu yang berbeda : lampau, sekarang dan mendatang. Baik struktur kalimat maupun tense berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi. Namun, kesalahan struktur kalimat dapat berakibat lebih “fatal”. Kesalahan tense biasanya masih dimaklumi sebagai keterbatasan kita dalam pemahaman sisi kata kerja tersebut.
  • Komponen bahasa lain yang sangat vital adalah kosa kata. Banyak cara yang dianjurkan untuk meningkatkan kosa kata namun yang paling penting adalah “menggunakan ” kosa kata tersebut. Dalam hal ini kita mengenal istilah “corpus” yaitu daftar kata mendasar yang paling sering digunakan. Padukan peningkatan kosa kata dalam lingkup jenis kata (derivatives) sehingga anda belajar sebuah kata dalam kaitan dengan kata lain yang masih satu “keluarga”. Misal : success (kata benda), succeed(kata kerja), successful(kata sifat), successfuly(kata keterangan). Gunakan kamus, manfaatkan fasilitas “synonym di microsoft word”………………. yang terbaru: ketik kata tertentu di bilah pencarian internet dan mbah Google tercinta siap membantu!!!!

Semoga video ini dapat membantu anda belajar secara efektif

Untuk variasi aksen, silakan kunjungi https://liasemarang.com/2018/10/15/do-you-understand-english/

Do you understand English?

The following is a video from Nash Daily…..Do you understand English spoken by different people? It’s a good point to see that English is not always that “English”…..

Kadang kita tidak percaya diri saat belajar bahasa Inggris. Kita berpikir bahwa bahasa inggris kita bukan yang “baku”:

  • Banyak melakukan kesalahan : membuat kesalahan saat belajar bahasa inggris adalah hal wajar. Justru itulah tantangan pertama yang harus diatasi. Bisakah kita membangun sikap untuk tidak malu saat berbuat salah? Kita dapat mengambil manfaat dengan mengaktifkan “grammar awareness” kita : perhatikan saat orang lain berbicara dan bandingkan dengan cara kita. Bila berbeda, cari tahu mana yang benar. Dengan demikian, kita belajar secara terus menerus
  • Orang lain lebih bagus bahasa Inggris nya: Tentu saja! Masing masing orang memiliki bakat yang berbeda. Belum lagi “paparan” yang didapat juga berbeda. Si A pintar bahasa inggris karena belajar sejak TK, atau orang tuanya bisa bahasa Inggris, atau karena sebab lain. Yang pasti, kalau orang lain bisa dengan dua langkah sedang kita bisa dengan lima langkah….mengapa tidak?
  • Pronunciation saya jelek-tidak mirip penutur asli: prinsip utama dalam berkomunikasi adalah RP (received pronunciation). Sejauh lawan bicara mengerti apa yang kita ucapkan…cukuplah!! Kita juga memiliki “organs of speech” yang unik per orang. Makanya, kita mengenal American English, British English….juga Singlish. Yang penting adalah upaya kita mengikuti “standard pronunciation” walau tidak 100% sempurna. Gimana caranya? Ah…..mbah Google tahu segalanya
  • Saya tidak punya partner: ternyata berlatih juga bisa “imaginary” lho……lihat link berikut https://liasemarang.com/2018/10/18/how-to-practice-effectively/