Yayasan LIA

Yayasan LIA: Sejarah

1959 ( 7 September ) 

Berdiri dengan nama resmi LIA. Cita-citanya adalah menjadi wahana bagi timbulnya  saling pengertian antar kedua bangsa melalui pertemuan informal dan  kegiatan kebudayaan. Kegiatan awalnya terbatas  pada pengajaran  Bahasa  Inggris  dengan jumlah  siswa sekitar 40 orang danmenumpang di fasilitas perpustakaan USIS di Jl. Veteran, Jakarta Pusat.

1960

Kegiatan LIA dipindah ke gedung yang disediakan USIS di Jl. Teuku Umar No. 34 Jakarta.

1965

Kegiatan  LIA  dihentikan ( siswa telah  mencapai sekitar 1.300 orang ), gedung diserahkan kepada Departemen Luar Negeri.

1966

Dirintis usaha untuk memulai kembali kegiatan LIA.

1968

Kegiatan  LIA  dimulai  kembali, bertempat  di sebuah  gedung di Jl. Teuku Umar 9, Menteng, Jakarta ( disediakan oleh USIS). Selain pengajaran Bahasa  Inggris, bidang  kesenian dan perpustakaan mulai diperkenalkan.

1976

Subsidi dari Amerika Serikat dihapuskan, LIA terpacu untuk lebih mandiri.

1978

LIA memiliki gedung sendiri dengan dana sendiri, sebagian dari hasil penjualan gedung di Jln. Teuku Umar, yang merupakan hibah dari Pemerintah Amerika Serikat.

1986

Akibat keluarnya Peraturan Menteri Luar Negeri No.1843/01/80, nama LIA resmi diubah menjadi PERHIMPUNAN PERSAHABATAN INDONESIA- AMERIKA (PPIA).  Berbeda dengan LIA, PPIA bukanlah badan hukum, maka tidak dapat memiliki kekayaan. Untuk  memelihara dan mengelola kekayaan yang sudah “terlanjur” dimiliki LIA maka  didirikanlah  YAYASAN LIA, tetapi  kepengurusan  PPIA  dan  YAYASAN  LIA  masih dipegang oleh Dewan Pengurus yang sama.

Kata “LIA” dalam hal ini adalah sebuah NAMA, bukan  SINGKATAN. Nama ini dipakai karena sudah dikenal baik oleh masyarakat.

1993

-PPIA dan YAYASAN LIA  memiliki Dewan Pengurus sendiri-sendiri.

-PPIA bergerak dalam bidang kemanusiaan, olah-raga, dan kesenian.

-YAYASAN LIA  memusatkan diri pada upaya mencerdaskan masyarakat.

-YAYASAN LIA  mengadakan diversifikasi dengan mendirikan UNIT-UNIT

USAHA.

2000

LB-LIA memiliki 9 cabang dan 24 afiliasi di 12 propinsi dengan jumlah siswa  sekitar 10.000 siswa.

2002

Lembaga Bahasa (LB)-LIA berubah menjadi Lembaga Bahasa dan   Pendidikan  Profesional (LBPP)-LIA.

2017

Lembaga Bahasa dan   Pendidikan  Profesional (LBPP)-LIA kembali berubah menjadi Lembaga Bahasa (LB)-LIA seiring dengan upaya revitalisasi organisasi

2019

Lembaga Bahasa (LB)-LIA memiliki 65 gerai dengan jumlah siswa sekitar 60.000 per tri wulan